Jumat, 23 September 2016

Puisi Dilema Hidup




Hari ini terasa sedikit asing bagi ku. Sunyi dan sepi yang biasa menemani waktu ku, terasa menjauh dari ku. Sahabat yang selalu menemani ku, tanpa memuji kelebihan dan mempermasalahkan kekurangan ku, sekarang mulai menghindar dari dekap ku, seakan ada yang salah dengan tingkah ku maupun keseharian ku.
Memang betul, akhir – akhir ini aku sedikit berubah. Mulai ada tawa di sekitar ku, mulai ada canda menghampiri ku. Hari – hari ku yang dulu nya hanya bicara seperlunya, bahkan bisa di hitung berapa kata terucap dari bibir ini per hari nya, sekarang seakan voume bicara ku berlipat ganda dan meluap dari kediamanya. Yang dulunya bicara hanya pada orang tertentu dan itu pun hanya dalam sapaan dan teguran saja, sekarang bahkan mulai bercerita dan bercanda dengan mereka.
Oh…. Dewi! Apakah ini yang membuat sahabat terbaikku mulai menghindar dan menjauhi ku? Apa yang harus ku lakukan? Apakah aku harus mulai mengenal mereka dan mulai masuk dalam kebiasaan mereka? Atau, aku tetap dalam kesunyian dan kesepian yang selama ini mendekap ku dengan tulus. Oh… Aku sekarang di hadapkan dengan dilema yang sulit bagiku. Bukan. Bahkan, aku belum pernah berhadapan dengan namanya dilema hidup.
Ohhhh….
 Aku benci dengan semua ini ………..
           




2 komentar:

  1. izin copas gan..
    visit my blog www.kylosa.blogspot.com

    BalasHapus
  2. boleh , tpi harus di buat sumber ny ya. sumbernya tu saya. karena itu tulisan saya sendiri

    BalasHapus