Sabtu, 15 Oktober 2016

Cerita Lucu Ngakak dan Gila


 Gambar Pantat: Seorang guru wanita sedang mengajar murid-muridnya di hari pertama masuk sekolah. Diatas papan tulis ia mencoba menggambar buah apel, lalu sambil membalikkan badannya ia bertanya kepada para murid, "Gambar apa ini ?"

Tak ayal para murid secara serentak berseru:"Pantat!" Mendengar jawaban tersebut, guru tersebut menangis sambil setengah berlari mencari kepala sekolah untuk mengadukan perilaku murid-muridnya.

Melihat tangisan sang guru wanita tersebut, kepala sekolah tanpa menanyakan alasannya, langsung saja menerjang masuk ke ruang kelas, lalu dengan emosi ia memarahi semua murid: "Kalian sungguh berani-beraninya mempermainkan seorang guru! Apa yang kalian lakukan terhadapnya ?!"

Sesaat ruang kelas menjadi senyap, semua murid jadi bengong, sang kepala sekolah kemudian menoleh ke arah papan tulis, ia semakin marah ketika melihat apa yang tergambar di papan tulis "Ini sudah keterlaluan, kalian bahkan berani menggambar pantat di papan tulis!" Mendengar ini sang guru wanita langsung pingsan.


 


Kereta Api Keparat: Ada seorang pemuda di daerah sumatera utara sana, kebetulan sedang nonton film di bioskop di daerahnya. Salah satu adegan di film itu adalah seorang gadis bahenol yang sedang berusaha membuka bajunya, setelah itu dilanjutkan dengan membuka kaos dalamnya.

Dan akhirnya tibalah pada adegan dimana gadis itu harus membuka juga seluruhnya. Namun sebelum gadis itu berhasil, tiba-tiba ada Kereta Api yang lewat dan menutupi si gadis. Setelah kereta api berlalu si gadis ternyata sudah berpakaian lengkap kembali.

Kecewalah ucok, setelah beberapa saat sempat menahan dentuman jantungnya. Esoknya, si Ucok datang lagi, beli karcis lagi, nonton lagi film yg sama. Dan kecewa lagi. Tanpa kenal kata menyerah, esoknya pun dia masih nonton lagi sampai beberapa hari.

Tukang karcis penasaran melihat hal ini, maka bertanyalah ia. "Hey Lay .. Kalo tidak salah, sudah kau tonton pilem ini berkali-kali? Kenapa masih datang juga?" Si Ucok menjawab, "Ah benar kali itu bang, tapi aku yakin bang, suatu saat, kereta api keparat itu pastilah terlambat."

















 


Takut Didenda: Seorang bapak yang sangat-sangat pelit diajak anak tersayangnya untuk naik helikopter. Awalnya si bapak tidak setuju karena harus bayar tapi karena sayang dengan anaknya ia pun setuju.

Setelah sampai di tempat heli, si pilot bilang "Naik bayar U$100, kalau anda bicara diatas nanti didenda U$500 tapi kalau anda tidak bicara sepatah katapun akan saya kasih U$1000."

Setelah setuju dengan perjanjian tersebut, heli diterbangkan oleh pilot dengan cara manuver dan jungkir balik diatas. Setelah sampai mendarat si pilot bilang ke bapak pelit tadi, "Wah anda hebat, tidak bicara sepatah katapun."

Si bapak bilang, "Sebenarnya saya mau bicara tadi, tapi takut didenda." "Anda mau bilang apa?" tanya si pilot. "Anak saya jatuh," jawab si Bapak.



 

Surat untuk Istri: Seorang pria sedang berlibur ke Bali. Istrinya sedang dalam perjalanan bisnis ke Jakarta dan berencana untuk bergabung pada keesokan harinya. Ketika sampai di hotel, pria itu memutuskan untuk mengirimkan e-mail ke istrinya.

Karena tidak berhasil menemukan kertas memo dimana dia mencatat alamat e-mail istrinya tersebut, maka dia mencoba untuk sebisa-bisanya mengirimkan e-mail keistrinya. Sialnya, dia melupakan satu hurup dan e-mail tersebut melesat langsung menuju ke seorang wanita yang suaminya baru saja meninggal satu hari sebelumnya.

Saat wanita yang sedang berduka itu mengecek isi e-mail tersebut, ia berteriak dengan hebat lalu jatuh kelantai dan meninggal seketika. Keluarganya segera berlari ke dalam ruangannya dan melihat isi surat di layar komputer.

"Istriku tercinta, Aku baru saja sampai. Segala sesuatu telah disiapkan untuk kedatanganmu besok."
 
 



Alat yang Hebat: Seorang laki-laki datang ke Institute of science merupakan tempat para peneliti memperagakan hasil penemuan mereka dan mendapatkan hak patent bagi penemuan tersebut. "Saya telah menemukan alat untuk membuat manusia bisa berbicara dengan manusia lain di tempat yang berjauhan."

"Dan saya menamakan alat itu ... TELEPON," katanya. Para hadirin terkagum-kagum. Tak lama kemudian, datang lagi dua orang bersaudara. "Kami telah menemukan alat untuk membuat manusia bisa terbang seperti burung. Dan kami menamakan alat itu ... PESAWAT TERBANG."

Para hadirin semakin kagum. Tiba-tiba, datanglah seseorang dari Indonesia. "Saya telah menemukan alat untuk bisa membuat Manusia bisa berjalan menembus dinding, kaca dan besi," katanya. Para hadirin Hebohh besar. "Dan Saya menamakan alat itu ... PINTU."

Cerita Lucu dan Gila

Takut Didenda
 Seorang bapak yang sangat-sangat pelit diajak anak tersayangnya untuk naik helikopter. Awalnya si bapak tidak setuju karena harus bayar tapi karena sayang dengan anaknya ia pun setuju.

Setelah sampai di tempat heli, si pilot bilang "Naik bayar U$100, kalau anda bicara diatas nanti didenda U$500 tapi kalau anda tidak bicara sepatah katapun akan saya kasih U$1000."

Setelah setuju dengan perjanjian tersebut, heli diterbangkan oleh pilot dengan cara manuver dan jungkir balik diatas. Setelah sampai mendarat si pilot bilang ke bapak pelit tadi, "Wah anda hebat, tidak bicara sepatah katapun."

Si bapak bilang, "Sebenarnya saya mau bicara tadi, tapi takut didenda." "Anda mau bilang apa?" tanya si pilot. "Anak saya jatuh," jawab si Bapak.

HONOR MEMPSOTING KARYA TULIS DI MEDIA

HONOR Menulis di media cetak terbaru 2015

KOMPAS cerpen 1.400.000. puisi 550.000 (email: opini@kompas.com)

MAJALAH FEMINA Cerpen 975.000 kontak@femina-online.com, dan kontak@femina.co.id

JAWA POSO cerpen Rp. 925.000. puisi Rp 725.000. (ari@jawapos.co.id)

TEMPO cerpen 750-.000. puisi 600.000 (ktminggu@tempo.co.id)

MEDIA INDONESIA Cerpen 705.000 (setelah dipotong pajak). Puisi full 1 penyair 625.000 ,
2 penyair : 250-300ribu (info teman). (cerpenmi@mediaindonesia.com dan puisi@mediaindonesia.com cc PuisiMedia@yahoo.com)

MAJALAH HORISON puisi11 puisi : 500.000, harga per/puisi 30ribu-50ribu email horisoncerpen@gmail.com, horisonpuisi@gmail.com

MAJALAH ESQUIRE cerpen panjang naskahnya 14.000 karakter dibayar 825.000-an, yang panjangnya 10.000 karakter dibayar 775.000 (cerpen@esquire.co.id)

MAJALAH NOVA. Cerpen Rp. 388.000 (setelah potong pajak/pakai NPWP cuma selisih 2 ribu) email: nova@gramedia-majalah.com

MAJALAH HAI Rp300.000,- (cair setelah satu bulan); emailnya belum nemu.

REPUBLIKA , cerpen 371.000. (sekretariat@republika.co.id)

PIKIRAN RAKYAT 300.000 puisi 200.000. dibayar 50.000-/Puisi. khazanah@pikiran-rakyat.com,
ahda05@yahoo.com

SINAR HARAPAN puisi 235.000. ( blackpoems@yahoo.com)

LAMPUNG POS cerpen RP. 250.000. puisi 250.000, esai 250.000 (lampostminggu@yahoo.com)

SUARA MERDEKA cerpen 300.000. puisi 100.000 (swarasastra@gmail.com)

MINGGU PAGI Rp150.000,- (potong pajak: Rp141.000,-); (we_rock_we_rock@yahoo.co.id)

HALUAN 100 ribu. Puisi 50.000 (nasrulazwar@yahoo.com)

PADANG EKSPRES cerpen 150.000-200.000. puisi 125.000. (cerpen_puisi@yahoo.com)

SINGGALANG cerpen 150.000, esai 50.000, resensi 25.000. (a2rizal@yahoo.co.id)

RADAR SURABAYA puisi 52.000, cerpen 200.000. (radarsurabaya@yahoo.com atau diptareza@yahoo.co.id)

Kedaulatan Rakyat Honor cerpen 400.000 Puisi 250.000 email redaksi@kr.co.id,
jayadikastari@yahoo.com

Tribun Jabar. Cerpen 200.000 cerpen@tribunjabar.co.id, hermawan_aksan@yahoo.com

MEDAN BISNIS 2011-2012, Rp 45.000 per/edisi.

Suara Karya Honor Cerpen Rp. 150.000 email redaksi@suarakarya-online.com,
amiherman@yahoo.com, redaksisk@yahoo.com

Singgalang Honor cerpen 150.000 Cernak: 45.000 Puisi 25.000 Essai 50.000 email a2rizal@yahoo.co.id

RIAU POS Cerpen & Puisi: 150.000- Esai: 100.000/150.000 Resensi: 100.000-/150.000-
 budaya_ripos@yahoo.com dan habeka33@yahoo.com

 RADAR BOJONEGORO Honor puisi 52.000 Cerpen 200.000* (kenalyan@yahoo.co.id)

Itulah beberapa (ya beberapa, pasti ada yang lainnya) email media dan honornya. Sumber dari info tersebut didapat dari group sastra minggu. Selain itu juga bersumber dari blog Lowongan Penulis: E-mail dan Honor Cerpen di Majalah, Tabloid, dan Jurnal.
Ohya…tentunya alamat email dan jumlah honor bisa berubah sewaktu-waktu. Tapi email media untuk kirim cerpen puisi dan essai tersebut adalah yang paling update dari sumber-sumber yang bisa dipercaya. Jangan takut karyamu tidak dimuat. Kirim saja. Para redaktur tentu memperhatikan karya-karya yang bagus, meski bisa jadi tetap juga memperhatikan senioritas. Tapi lupakanlah. Yang penting berkarya.

Senin, 26 September 2016

Selamat Siang Semua.
Serasa, saya sudah lama ya gk nulis lagi di Blog nich.
Pada gak sabar ya, nungguin cerita - cerita dan curhatan - curhatann di blog saya kan????
OK lah, lets'GO...



Jumat, 23 September 2016

Arti Cinta dan Arti SEX

Sex tanda cinta?

Pembahasan hari ini akan membahas mengenai kesalahpahaman yang sering terjadi berkaitan dengan hubungan seksual sebelum pernikahan (pada saat pacaran atau pertunangan). Saya tidak tahu sekarang ini pembahasan mengenai seksualitas masih menjadi barang tabu atau tidak, namun hal ini memang penting sehingga saya pikir tetap akan saya bahas.

Seks merupakan alat kelamin yang diciptakan Tuhan untuk dua maksud, yaitu untuk pembuangan zat-zat sampah dalam tubuh dalam bentuk air seni dan juga untuk keperluan reproduksi.

Seks itu sifatnya kudus. Jadi kalau ada yang mengatakan seks itu kotor, tabu, dan terlarang, ini saya pikir merupakan bentuk salah kaprah yang perlu diluruskan. Jika Tuhan menciptakannya, maka semua itu adalah baik adanya, bahkan amat baik.

Kejadian 1:31a: Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik.

Jika Tuhan saja mengatakan semua yang diciptakan-Nya sungguh amat baik, siapalah kita sehingga bisa mengatakan sebaliknya? Jadi seks merupakan hal yang juga sungguh amat baik adanya. Tuhan menciptakan segala sesuatu dengan maksud yang sempurna, sehingga jangan sampai kita salah kaprah mengenai seks dan seksualitas.

Jika seks dan seksualitas itu merupakan hal yang baik dan kudus, bagaimana dengan hubungan seksual itu sendiri? Hubungan seksual itu merupakan hal yang baik dan kudus, namun tentu saja pada koridor yang tepat, yaitu pada hubungan pernikahan dan dengan pasangannya (suami/istrinya).

Kejadian 1:28: Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”

Kejadian 2:25: Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu.

Lihat, Tuhan menciptakan alat kelamin pada tubuh manusia dengan sungguh amat baik (Kejadian 1:31a), bahkan Tuhan menyuruh untuk beranak cucu dan bertambah banyak sehingga dapat memenuhi dan menaklukkan bumi. Hal ini merupakan perintah Tuhan sendiri. Jadi sesungguhnya hubungan seksual itu merupakan sesuatu yang kudus.

Ya, segala perintah Tuhan itu sifatnya untuk kebaikan kita. Namun perlu diingat bahwa

Pengkotbah 3:11a: Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya.

Jadi, hubungan seksual selain kudus juga indah tapi pada waktunya, yaitu setelah pernikahan. Itulah sebabnya dalam Kejadian 2:25 dijelaskan bahwa antara suami istri bila telanjang pun tidak malu. Mengapa tidak malu? Karena memang tidak ada yang salah dengan ketelanjangan itu saat mereka sudah menjadi suami istri.

Bandingkan ayat Kejadian 2:25 dengan ayat berikut ini:

Kejadian 3:7: Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.

Baik di Kejadian 2:25 maupun di Kejadian 3:7 peristiwa yang terjadi sama, yaitu sama-sama telanjang. Lalu mengapa pada Kejadian 2:25 itu Adam dan Hawa tidak menjadi malu sedangkan dalam Kejadian 3:7 mereka menjadi malu sehingga perlu menyemat daun pohon ara dan membuat cawat?

Segala sesuatu yang membuat menjadi perlu ditutupi bersumber dari dosa. Jika kita tidak berbuat salah, apakah kita perlu menutup-nutupi perbuatan kita? Tidak bukan? Namun saat berbuat salah? Seperti Adam dan Hawa, tindakan refleks yang pertama adalah menutupi.

Hubungan seksual yang tidak pada waktunya itu adalah suatu kesalahan, suatu dosa.

Markus 7:21: sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan,

Markus 7:22: perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan.

Markus 7:23: Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang.”

Hubungan seksual sebelum pernikahan disebut dengan istilah percabulan. Termasuk di dalam percabulan adalah tindakan seksual yang dilakukan oleh diri sendiri yang bertujuan memuaskan diri sendiri. Hubungan seksual setelah pernikahan dengan bukan pasangannya (suami/istrinya) disebut sebagai perzinahan.

Lihat pada Markus 7:21-22, percabulan diurutkan bersama dengan pikiran jahat, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Jadi kalau saya mau ambil satu contoh saja, percabulan itu sama buruknya dengan membunuh.

Ya, saya pernah membaca di salah satu situs di internet mengenai seseorang yang mengaku telah tidak perawan lagi karena telah melakukan hubugan seksual sebelum pernikahan. Wanita tersebut merasa sangat takut dan kuatir akan masa depannya, yaitu takut dan kuatir jika tidak ada pria yang bersedia menikahinya karena dirinya sudah tidak perawan lagi.

Pria yang meminta kekasihnya untuk berhubungan seksual dengannya sebelum pernikahan ini merupakan suatu penjahat besar yang membunuh kekasihnya. Ya, permintaan untuk melakukan hubungan seksual sebelum pernikahan bukanlah tanda cinta, namun merupakan tanda perbuatan yang penuh mementingkan diri sendiri.

Mengapa saya katakan ia membunuh kekasihnya? Karena saat hubungan seksual dilakukan sebelum pernikahan, sang pria telah merusak diri si wanita. Hal yang seharusnya dilakukan secara indah dan kudus setelah pernikahan, dilakukan sebelumnya dan merusak hidup wanita itu.

Begitu pula wanita yang meminta kekasihnya untuk berhubungan seksual dengannya sebelum pernikahan merupakan suatu penjahat besar yang membunuh kekasihnya. Mungkin Anda heran dan tidak setuju dengan pernyataan saya. Baik, akan saya jelaskan.

Dari diskusi saya dengan sahabat saya, saya mengetahui bahwa pria memang dilahirkan dengan kecenderungan alamiah memikirkan mengenai masalah seksualitas jauh lebih sering dari wanita. Jika seorang wanita meminta hubungan seksual dengan pria ini, sesungguhnya wanita ini secara paksa meminta mengikatkan diri kepada pria ini.

Dari banyak kasus di forum jawaban.com, pria yang sudah melakukan hubungan seksual sebelum pernikahan ini akan menderita dalam mengendalikan dirinya terhadap kecenderungan pemikiran seksualnya jauh lebih sulit daripada sebelum ia telah melakukan hubungan seksual.

Jadi pada dasarnya sama saja antara wanita dan pria. Walau mungkin bagi wanita akibatnya yang terlihat kelihatan lebih berat, tapi pria pun sebenarnya mendapat akibat yang juga sama beratnya.

Akibat dari dosa itulah, kemudian seperti di Markus 7:23 tuliskan maka menjadi najis, menjadi kotor. Padahal sesungguhnya seks, seksualitas, dan hubungan seks yang pada konteks semestinya itu sungguh amat baik dan kudus.

Sungguh ironis bukan? Ya, segala sesuatu yang tidak pada tempatnya memang menjadi tidak baik. Bagaimana jika kekasih Anda meminta hubungan seksual sebelum pernikahan sebagai tanda Anda mencintainya? TOLAK!


Ya, tolak saja! Jika ia memaksa dan mengatakan Anda tidak mencintainya karena tidak mau melakukan hubungan seksual dengannya, Anda tegur kekasih Anda dengan tegas. Jika ia masih terus memaksa, lebih baik Anda putuskan saja hubungan Anda.

Mungkin kesannya saya terlalu kejam, tetapi saya justru memikirkan hidup Anda ke depan. Jika kekasih Anda memang sungguh mencintai Anda, maka ia akan rela menunggu sampai setelah pernikahan. Bahkan jika Anda telah bertunangan sekalipun, prinsip ini berlaku. Bertunangan walaupun memiliki level komitmen yang lebih tinggi dibandingkan pacaran, tetap saja bukan pernikahan.

Mengapa setelah pernikahan hubungan seksual menjadi boleh dilakukan? Karena pada saat pernikahan seorang pria dan seorang wanita melakukan ikat janji di hadapan Tuhan yang disaksikan oleh jemaat. Ikat janji di hadapan Tuhan inilah unsur yang memang hanya ada pada saat pernikahan, bukan pada pertunangan apalagi pada pacaran.

Ingat ayat berikut ini:

1 Korintus 6:13: Makanan adalah untuk perut dan perut untuk makanan: tetapi kedua-duanya akan dibinasakan Allah. Tetapi tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh.

Tuhan memberikan kita tubuh dan tubuh kita adalah untuk memuliakan Tuhan. Jadi bukan untuk hubungan seksual pranikah, bukan untuk percabulan. Jika Anda sudah menikah, tubuh Anda juga bukan untuk perzinahan. Ingat baik-baik hal ini.

Jadi, hubungan seksual adalah benar tanda cinta jika dilakukan setelah pernikahan dan dengan pasangannya (suami/istrinya). Di luar itu, maka hubungan seksual adalah bukan tanda cinta.

Amin.

http://www.facebook.com/group.php?gid=83141696722

Cerita Kristen Penyejuk Hati

HAL KECIL DALAM KEHIDUPAN KITA

Saya pernah mengalami hal-hal kecil yang mungkin orang lain anggap hanyalah suatu kebetulan. Salah satu yang saya ingat adalah:
“Ketika suatu hari di Desa tempat asal saya, waktu itu sore hari menjelang malam.. seseorang dari teman saya datang kepada saya untuk meminjam sepeda motor saya. Dia ingin pergi kegudang ayahnya yang terletak sekitar 2 kilometer dari tempat kita, kebetulan waktu itu rumah kami berdekatan (Yah, boleh dibilang di Pasar dari Desa tempat tinggal saya).

Tanpa ragu juga saya langsung berikan kunci motor saya kepadanya. Selang beberapa jam, saya juga sedang “santai”, eh tiba-tiba teman saya menelepon bilang begini: “Kunci motor kamu hilang, sekarang motor kamu ada di gudang ayah saya, bagaimana ini??” . Motor saya kuncinya udah agak loss waktu itu. Sesaat itu dia panik, mungkin karena merasa bersalah kepada saya. Tapi entah mengapa saya sendiri merasa tenang-tenang saja, dan saya bilang: “ udah, santai-santai aja lagi” . Dan saya langsung meminjam sepeda motor saudara saya, sambil menusuri tempat yang sudah dilewati teman saya tersebut.

Sesaat baru saja saya mau jalan, teman saya menelepon lagi sambil berkata seolah tak ada harapan: “Saya sudah cari 2 kali bolak-balik, saya sekarang lagi numpang motor teman saya, kita udah nyari tapi ga ketemu, sudahlah kamu juga ga usah cari-cari lagi, pasti juga tidak ketemu. Besok saya ganti rugi saja atas kehilangan kunci motor kamu, maaf banget ya..”.
Waktu itu saya yang sedang mengendarai motor juga dengan kecepatan yang sangat lambat, memejamkan mata sesaat dan sambil berdoa kepada Tuhan agar kunci motor saya ketemu. Begitu saya kembali membuka mata saya, saya sempat kaget juga melihat kalau ternyata kunci motor saya persis berada dijalan didepan pandangan saya.”

Mungkin ini bukan cerita luar biasa, sedikit?? bahkan mungkin tidak sama sekali.
Tapi dari hal-hal kecil inilah, saya sadar bahwa apapun yang terjadi itu bukan kebetulan..
Hal-hal kecil inilah yang sering tidak kita renungi..
Hal sekecil apapun yang terjadi saat ini, ada Tuhan diantaranya..
Tuhan tidak pernah luput dari hal terkecil sekalipun dalam kehidupan setiap manusia, tapi saya sadar kitalah yang sering luput kepada Tuhan dari hal-hal kecil ini..

MARKUS 12
41 Pada suatu kali Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar.

42 Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit.

43 Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan.

44 Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya."

http://www.facebook.com/group.php?gid=132740644586

Kisah Menginspirasi





25 tahun yang lalu,
Inikah nasib? Terlahir sebagai menantu bukan pilihan.Tapi aku dan Kania harus tetap menikah. Itu sebab nya kami ada di Kantor Catatan Sipil. Wali kami pun wali hakim. Dalam tiga puluh menit, prosesi pernikahan kami selesai. Tanpa sungkem dan tabur melati atau hidangan istimewa dan salam sejahtera dari kerabat. Tapi aku masih sangat bersyukur karena Lukman dan Naila mau hadir menjadi saksi. Umurku sudah menginjak seperempat abad dan Kania di bawahku.. Cita-cita kami sederhana,ingin hidup bahagia.



22 tahun yang lalu,
Pekerjaanku tidak begitu elit, tapi cukup untuk biaya makan keluargaku. Ya, keluargaku. Karena sekarang aku sudah punya momongan. Seorang putri, ku namai ia Kamila. Aku berharap ia bisa menjadi perempuan sempurna, maksudku kaya akan budi baik hingga dia tampak ! sempurna. Kulitnya masih merah, mungkin karena ia baru berumur seminggu. Sayang, dia tak dijenguk kakek-neneknya dan aku merasa prihatin. Aku harus bisa terima nasib kembali, orang tua ku dan orang tua Kania tak mau menerima kami.. Ya sudahlah. Aku tak berhak untuk memaksa dan aku tidak membenci mereka. Aku hanya yakin, suatu saat nanti, mereka pasti akan berubah.



19 tahun yang lalu,
Kamila ku gesit dan lincah. Dia sekarang sedang senang berlari-lari, melompat-lompat atau meloncat dari meja kekursi la! lu dari kursi ke lantai kemudian berteriak ‘Horeee, Iya bisa terbang’. Begitulah dia memanggil namanya sendiri, Iya. Kembang senyumnya selalu merekah seperti mawar di pot halaman rumah. Dan Kania tak jarang berteriak, ‘Iya sayaaang,’ jika sudah terdengar suara ‘Prang’. Itu artinya, ada yang pecah, bisa vas bunga, gelas, piring, atau meja kaca.. Terakhir cermin rias ibunya yang pecah. Waktu dia melompat dari tempat tidur ke lantai, boneka kayu yang dipegangnya terpental. Dan dia cuma bilang ‘Kenapa semua kaca dirumah ini selalu pecah, Ma?’



18 tahun yang lalu,

Hari ini Kamila ulang tahun. Aku sengaja pulang lebih awaldari pekerjaanku agar bisa membeli hadiah dulu. Kemarinlalu dia merengek minta dibelikan bola. Kania tak membelikannya karena tak mau anaknya jadi tomboy apalagi jadi pemain bola seperti yang sering diucapkannya. ‘Nanti kalau sudah besar, Iya mau jadi pemainbola!’ tapi aku tidak suka dia menangis terus mintabola, makanya kubelikan ia sebuah bola. Paling tidak akubisa punya lawan main setiap sabtu sore. Dan seperti yangsudah kuduga, dia bersorak kegirangan waktu kutunjukkan bolaitu. ‘Horee, Iya jadi pemain bola.


17 Tahun yang lalu,

Iya, Iya. Bapak kan sudah bilang jangan main bola di jalan. Mainnya di rumah aja. Coba kalau ia nurut, Bapak kan tidak akan seperti ini. Aku tidak tahu bagaimana Kania bisa tidak tahu Iya menyembunyikan bola di tas sekolahnya. Yang aku tahu, hari itu hari sabtu dan aku akan menjemputnya dari sekolah. Kulihat anakku sedang asyik menendang bola sepanjang jalan pulang dari sekolah dan ia semakin ketengah jalan. Aku berlari menghampirinya, rasa khawatir ku mengalahkan kehati-hatianku dan ‘Iyaaaa’. Sebuah truk pasir telak menghantam tubuhku, lindasan ban besarnyaberhenti di atas dua kakiku. Waktu aku sadar, dua kakikusudah diamputasi. Ya Tuhan, bagaimana ini. Bayang-bayang kelam menyelimuti pikiranku, tanpa kaki, bagaimana aku bekerja sementara pekerjaanku mengantar barang dari perusahaan ke rumah konsumen. Kulihat Kania menangis sedih, bibir cuma berkata ‘Coba kalau kamu tak belikan ia bola!’



 15 tahun yang lalu,

Perekonomianku morat marit setelah kecelakaan. Uang pesangon habis untuk ke rumah sakit dan uang tabungan menguap jadi asap dapur. Kania mulai banyak mengeluh dan Iya mulai banyak di bentak. Aku hanya bisa membelainya. Dan bilang kalau Mamanya sedang sakit kepala makanya cepatmarah. Perabotan rumah yang bisa dijual sudah habis. Dan aku tak bisa berkata apa-apa waktu Kania hendak mencari uang ke luar negeri. Dia ingin penghasilan yang lebih besar untuk mencukupi kebutuhan Kamila. Diizinkan atau tidak di izinkan dia akan tetap pergi. Begitu katanya. Dan akhirnya dia memang pergi ke Malaysia .



13 tahun yang lalu,
Setahun sejak kepergian Kania, keuangan rumahku sedikit membaik tapi itu hanya setahun. Setelah itu tak terdengar kabar lagi. Aku harus mempersiapkan uang untuk Kamila masuk SMP. Anakku memang pintar dia loncat satu tahun di SD-nya.Dengan segala keprihatinan kupaksakan agar Kamila bisa melanjutkan sekolah. aku bekerja serabutan, mengerjakan pekerjaan yang bisa kukerjakan dengan dua tanganku. Aku miris, menghadapi kenyataan. Menyaksikan anakku yang tumbuh remaja dan aku tahu dia ingin menikmati dunianya. Tapi keadaanku mengurungnya dalam segala kekurangan. Tapi aku harus kuat. Aku harus tabah untuk mengajari Kamila hidup tegar.



10 tahun yang lalu,
Aku sedih, semua tetangga sering mengejek kecacatanku.Dan Kamila hanya sanggup berlari ke dalam rumah lalu sembunyi di dalam kamar. Dia sering jadi bulan-bulanan hinaan teman sebayanya. Anakku cantik, seperti ibunya.’Biar cantik kalo kere ya kelaut aje.’ Mungkin itu kata-kata yang sering kudengar. Tapi anakku memang sabardia tidak marah walau tak urung menangis juga.’Sabar ya, Nak!’ hiburku.’Pak, Iya pake jilbab aja ya, biar tidak di ganggu!’ pintanya padaku. Dan aku menangis. Anak ku maafkan bapakmu, hanya itu suara yang sanggup ku pendam dalam hatiku. Sejak hari itu, anakku tak pernah lepas dari kerudungnya. Dan aku bahagia. Anakku, ternyata kamu sudah semakin dewasa. Dia selalu tersenyum padaku. Dia tidak pernah menunjukkan kekecewaannya padaku karena sekolahnya hanya terlambat dibangku SMP!



7 tahun yang lalu,
Aku merenung seharian. Ingatan ku tentang Kania, istriku,kembali menemui pikiranku. Sudah bertahun-tahun tak ku dengar kabarnya. Aku tak mungkin bohong pada diriku sendiri, jika aku masih menyimpan rindu untuknya. Dan itu pula yang membuat aku takut. Semalam Kamila bilang dia ingin menjadi TKI ke Malaysia . Sulit baginya mencari pekerjaan di sini yang cuma lulusan SMP. Haruskah aku melepasnya karena alasan ekonomi. Dia bilang aku sudah tua, tenagaku mulai habis dan dia ingin agar aku beristirahat. Dia berjanji akan rajin mengirimi aku uang dan menabung untuk modal. Setelah itu dia akan pulang, menemaniku kembali dan membuka usahakecil-kecilan. Seperti waktu lalu, kali ini pun aku takkuasa untuk menghalanginya. Aku hanya berdoa agar Kamilakubaik-baik saja.



4 tahun lalu,
Kamila tak pernah telat  mengirimi aku uang. Hampir tiga tahun dia di sana . Dia bekerja sebagai seorang pelayan dirumah seorang nyonya. Tapi Kamila tidak suka dengan laki-laki yang disebutnya datuk. Matanya tak pernah siratkan sinar baik. Dia juga dikenal suka perempuan. Dan nyonya itu adalah istri mudanya yang keempat. Dia bilang dia sudah ingin pulang. Karena akhir-akhir ini dia sering diganggu. Lebaran tahun ini dia akan berhenti bekerja. Itu yang ku baca dari suratnya. Aku senang mengetahui itu dan selalu menunggu hingga masa itu tiba. Kamila bilang, aku jangan pernah lupa shalat dan kalau kondisiku sedang baik usahakan untuk shalat tahajjud. Tak perlu memaksakan untuk puasa sunnah yang pasti setiap bulan Ramadhan aku harus berusaha sebisa mungkin untuk kuat hingga beduk manghrib berbunyi. Kini anakku lebih pandai menasihati daripada aku. Dan aku bangga.



3 tahun 6 bulan yang lalu,
Inikah badai? Aku mendapat surat dari kepolisian pemerintahan Malaysia , kabarnya anakku ditahan. Dan diadiancam hukuman mati, karena dia terbukti membunuh suami majikannya. Sesak dadaku mendapat kabar ini. Aku menangis,aku tak percaya. Kamilaku yang lemah lembut tak mungkin membunuh. Lagipula kenapa dia harus membunuh. Aku meminta bantuan hukum dari Indonesia untuk menyelamatkan anakku dari maut. Hampir setahun aku gelisah menunggu kasus anakku selesai. Tenaga tuaku terkuras dan air mataku habis. Aku hanya bisa memohon agar anakku tidak dihukum mati andai dia memang bersalah.



2 tahun 6 bulan yang lalu,
Akhirnya putusan itu jatuh juga, anakku terbukti bersalah. Dan dia harus menjalani  hukuman gantung sebagai balasannya. Aku tidak bisa apa-apa selain menangis sejadinya. Andai aku tak izinkan dia pergi apakah nasibnya tak akan seburuk ini? Andai aku tak belikan ia bola apakah keadaanku pasti lebih baik? Aku kini benar-benar sendiri.Wahai Allah kuatkan aku. Atas permintaan anakku aku dijemput terbang ke Malaysia. Anakku ingin aku ada di sisinya disaat terakhirnya.

Lihatlah, dia kurus sekali. Dua matanya sembab dan bengkak. Ingin rasanya aku berlari tapi apa daya kakiku tak ada.. Aku masuk ke dalam ruangan pertemuan itu, dia berhambur kearahku, memelukku erat, seakan tak ingin melepaskan aku. ‘Bapak, Iya Takut!’ aku memeluknya lebih eratlagi.

Andai bisa ditukar, aku ingin menggantikannya. ‘Kenapa, Ya, kenapa kamu membunuhnya sayang?’

‘Lelaki tua itu ingin Iya tidur dengan iya Pak.  Iyatidak mau. Iya dipukulnya. Iya takut, Iya dorong dan diajatuh dari jendela kamar. Dan dia mati. Iya tidak salah kan, Pak!’ Aku perih mendengar itu. Aku iba dengan nasib anakku. Masa mudanya hilang begitu saja. Tapi aku bisa apa, istri keempat lelaki tua itu menuntut agar anak ku dihukum mati. Dia kaya dan lelaki itu juga orang terhormat. Aku sudah berusaha untuk memohon keringanan bagi anakku, tapi menemuiku pun ia tidak mau. Sia-sia aku tinggal di Malaysia selama enam bulan untuk memohon hukuman pada wanitaitu.



2 tahun yang lalu,
Hari ini, anakku akan dihukum gantung. Dan wanita itu akan hadir melihatnya. Aku mendengar dari petugas jika dia sudah datang dan ada di belakangku. Tapi aku tak ingin melihatnya. Aku melihat isyarat tangan dari hakim di sana . Petugas itu membuka papan yang diinjak anakku. Dan ‘blass’ Kamila ku kini tergantung. Aku tak bisa lagi menangis. Setelah yakin sudah mati, jenazah anak ku diturunkan mereka, aku mendengar langkah kaki menuju jenazah anakku.Dia menyibak kain penutupnya dan tersenyum sinis. Aku mendongakkan kepalaku, dan dengan mataku yang samar oleh air mata aku melihat garis wajah yang ku kenal.
‘Kania?’
‘Mas Har, kau … !’
‘Kau … kau bunuh anakmu sendiri, Kania!’
‘Iya? Dia..dia . Iya?’ serunya getir menunjuk jenazah anakku.
‘Ya, dia Iya kita. Iya yang ingin jadi pemain bola jika sudah besar.’
‘Tidak … tidaaak … ‘ Kania berlari ke arah jenazah anakku.
Diguncang tubuh kaku itu sambil menjerit histeris. Seorang petugas menghampiri Kania dan memberikan secarik kertas yang tergenggam di tangannya waktu dia di turunkan dari tiang gantungan. Bunyinya ‘Terima kasih Mama.’
Aku baru sadar, kalau dari dulu Kamila sudah tahu wanita itu ibunya.

Setahun lalu,
Sejak saat itu istriku gila. Tapi apakah dia masih istriku.Yang aku tahu, aku belum pernah menceraikannya. Terakhir ku dengar kabarnya dia mati bunuh diri. Dia ingin dikuburkan di samping kuburan anakku, Kamila.
Kata pembantu yang mengantarkan jenazahnya padaku, dia sering berteriak, ‘Iya sayaaang, apalagi yang pecah, Nak?’
Kamu tahu Kania? kali ini yang pecah adalah hati ku.



dari http://informid.com/kisah-sedih-dan-pilu-perjalanan-hidup-seorang-ayah/